Maaf, apakah anada masih Berislam?

Sedangkan anda tetap sholat, anda berbuat amalan, shodaqoh, menolong orang lain, anda belajar, anda bekerja. Akan tetapi, anda tidak mengetahui siapa itu Allah? Mengapa harus menyembahNya? Bahkan, maaf, anda kadang menyalahkanNya, mengatakan bahwa Dia tidak adil?
Bagaimana mungkin, maaf, bisa2nya kita mengaku Islam.
Hohoho…
Tidak, kawan, tidak semudah itu.

Suatu analog yang patut direnungkan.

“Misalnya, bagaimana sikap orang tua kita yang telah menyekolahkan kita jauh2 ke negara lain. Mereka membiayai hidup kita selama di negeri orang. Mereka memberikan apa2 yang kita minta bahkan apa2 yang tidak kita minta. Lantas, ternyata selama sekolah itu, kita ndak sekolah dengan baik, main kesana kemari dan melupakan orang tua kita. Eh… Pulang2 kita ndak mengakui orang tua kita tersebut. Hayo, bagaimana perasaan orang tua kita? Marah nggak?
Murka atau bahagia? Bisa2 yang nggak kuat, menyeburkan diri dari lantai 4 kan ya?
Itu masih manusia.
Bagaimana dengan Allah? Kalau selama di dunia ini kita telah mendapatkan nikmat yang banyak dan luar biasa. Lantas kita tidak mempercayaiNya?

Ya Rabb… Sebersit niat dalam hatipun Engkau nilai, maka, jangan jadikan Hamba termasuk orang2 yang mudah bimbang dan jadikanlah hati ini hati Muthmainnah yang kembali padaMu dengan tenang pula.
Jadikan hati ini cenderung padaMu semata, dengan lebih baik, bertambah baik, sebaik-baiknya Rabb…

Allah in Arabic

Allah in Arabic (Photo credit: Wikipedia)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s