Sudah Benarkah? Dibenarkankah, kealpaan kita dalam suatu tanggungan tertentu dengan berbagai alasan?

Sudah Benarkah? Dibenarkankah, kealpaan kita dalam suatu tanggungan tertentu dengan berbagai alasan?

Alasan sakit? Alasan ada tanggung jawab yang lain yang jika kita tinggalkan mudharatnya lebih banyak. Hajat hidup orang banyak yang dipertaruhkan.

Namun, disisi lain, kita juga mendholimi saudara kita yang lain jika meninggalkannya. Ataukah mungkin sebaiknya kita tidak perlu mengambil peran melebihi kemampuan kita.

Lantas?

Kita jauh lebih tragis lagi, sama sekali tidak mengambil peran. Mau membiarkan saudara kita yang lain bekerja sendiri. Kemudian, jika semua telah berjalan dengan baik, kita datang dan bertanya,

”Bagaimana Sob, ada yang bisa dibantu?”

Hwaw… Betapa jahatnya kita?

Sungguh, kita telah menjadikan mereka sebagai tumbal…

So, lantas apa solusinya Sob?

Bingung kan?

Hyah…

Pakai jurus menghilang alias kabur. Hehehe.

Semakin, jahat.

 

 

Ada solusi kok. Pasti ada.

 

1. Bisa mendelegasikan. Tetep, yang tidak boleh dilupakan adalah komunikasi, jangan meninggalkan tanggungan kita itu. Entah apa pandangan temanmu padamu dengan sikapmu. Tak apa, karena kamu bukan malaikat kan? Yang selalu patuh sama perintah, tidak bernafsu, tidak pernah ingkar, dan tak pernah lelah sampai tugas selesai.

Kamu manusia yang punya lelah kan?

Ya sudah, istirahat boleh kok. Asalkan jangan lama2 istirahatnya, karena beda antara orang hidup dengan orang yang meninggal adalah saat dia tidur.

2. Utamakan prioritas.

Harus pandai menganalisis dengan cepat, cermat, dan mengambil keputusan dengan cepat, dan cermat pula. Semuanya tentu tak luput dari ilmu yang kita punya. Ya Rabb. Jadikan hamba orang yang berilmu. Memiliki banyak ilmu. Memiliki ketaatan, ketakutan, hanya padaMu.

3. Dikarenakan kita bukan barisan malaikat, maka salah, kurang itu wajar. Jadi, jurus terakhir adalah kata maaf. Akui saja kesalahan kita, jika kita tidak menjalankan tugas dengan baik. Tidak salah jika kita tidak sempurna, banyak kurang, banyak salah.

Itu tabi’atnya manusia. Tidak perlu pusing. Hhmm… Menghibur diri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s