KERETA MALAM TAHUN BARU

KERETA MALAM TAHUN BARU

Hujan pagi ini cantik sekali. Tidak lebat, juga tidak gerimis. Suaranya merdu semerdu suaramu. Teringat saat itu, kau datang menghampiriku, duduk di sampingku. Di atas kereta malam tahun baru yang melaju melewati indah rintik rinai. Sore itu aku tak berani menatap wajahmu. Aku hanya mampu mendengar celotehanmu yang bercerita tentang pekerjaanmu di Ambon. Kau bilang disana kau tidak betah, namun kau begitu betah menceritakannya padaku. Malah kau juga bilang, perjalanan di kereta Malang-Bandung kali ini rasanya sangat singkat, karena aku menemanimu. Sebenarnya, aku tak terlalu berminat mendengarkan ceritamu. Selain engkau adalah orang yang baru kukenal, engkau juga akan segera meninggalkanku. Kau akan turun di jalan “terusan cinta” kota Bandung ini. Sedangkan aku akan tetap melanjutkan perjalanan sampai jalan “terusan mimpi” di kota Bandung ini. Kita akan berpisah. Aku tak menyukainya, karena sebenarnya saat itu aku telah menaruh harapan padamu. Berharap bahagia sejenak bersamamu.
Diyah Ayu Candra, Malang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s