DI POJOK MADINAH

Kisah tentang seorang yang tua renta, buta, dan peminta-minta. Seorang yahudi yang tugasnya untuk mencaci maki nabi Muhammad SAW, karena telah menyiarkan Dienulloh. Setiap hari, si Kakek tua ini selalu menghujat dan mencaci maki Rasululloh. Selain meminta-minta, setiap pagi Si Kakek ini melakukan tugasnya mencaci maki dan menghujat Rasululloh di Pojok Madinah. Kemudian siang hari datanglah seorang yang sudah tua pula, dengan begitu telatennya dan penuh kasih Andang, menyuapi Si Kakek buta ini setiap hari. Bahkan, saking Andangnya cara menyuapi makanan ini adalah dengan dilembutkannya terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke mulut si Kakek. Kemudian, rambutnya dirapikan dan di sentuh dengan lembut dan penuh kasih Andang kepala si Kakek buta ini olehnya.
Akhir kisah, sekitar tiga hari berlalu. Orang yang biasa menyuapinya ini tidak lagi datang. Kemudian, esok harinya ada seorang lelaki tua yang menyuapinya. Namun, dengan tak dikira si Buta ini menampik makanan yang dibawa oleh si lelaki ini. Dengan marah dia mengatakan, bahwa “Engkau bukan orang yang biasa menyuapiku.”
“Aku orang yang selalu menyuapimu kakek tua.”
“Bukan. Engkau bukan orang yang menyuapiku.”
“Asalkan engkau tahu, orang yang biasa menyuapiku, selalu melembutkan makanan itu terlebih dahulu sebelum memasukkannya ke mulutku. Dia pun juga selalu mengusap rambutku. Merapikan rambutku.”
Akhirnya menangislah dengan sesenggukan sang lelaki tua yang menyuapinya tadi. Akhirnya diapun mengatakan, bahwasannya “Aku memang, bukan orang yang selalu menyuapimu. Perlu engkau ketahui bahwasannya, orang yang selalu menyuapimu itu adalah orang yang selalu kau caci maki. Kau hina sepanjang hari. Dan sudah tiga hari yang lalu dia meninggal dunia.”
Sontak, begitu kagetnya sang pengemis, tua renta yang buta ini. Menangislah ia, dan iapun menyatakan keislamannya.
Memangnya Dia siapa? Ketika Dia berbuat dholim kepada Anda, Anda pun harus membalas perlakuan dholimnya kepada Anda? Padahal Nomor rekening kebaikan itu bagi Allah tidak pernah salah. Bagi Allah, tidak ada bedanya, siapapun yang mengerjakan amal kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan, semuanya akan mendapatkan ganjaran yang sama, seperti termaktub dalam firmanNya, dalam Surah Al Ahzab: 35, sebagai berikut,
“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan muslim, laki-laki dan perempuan mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatan, laki-laki dan perempuan yang jujur, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu’ , laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (Nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS. Al-Ahzab: 35).
Tetaplah, berbuat baik, berakhlak baik kepada mereka, bahkan kepada mereka yang telah menyakiti hatimu, telah mendholimimu dalam batas hubungan menjalin ukhuwah. Karena, tidak ada satu hal pun di dunia ini yang dicintai oleh semua manusia, maka bekerjalah semampu, semaksimakmal kemampuanmu dengan sebaik-baiknya. Biarlah kemudian Allah saja yang menetapkan dan menilai bagaimana hasil kerjamu. Karena penilaian manusia bisa salah, tapi penilaian Allah tak pernah salah.
Waallohua’lam Bi showab…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s